SAINT MARY WAY
LANGKAH KECIL DI ALTAR SUCI
Pada tanggal 9 September 2025, Sekolah SMP Santa Maria mengadakan acara yang baru dilaksanakan kepada angkatan kelas 9 yaitu Saint Mary Way. Saint Mary Way ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang baru seperti membentuk karakter siswa-siswi yang peka terhadap sesama, mampu melayani dengan sepenuh hati dan dapat meneladani nilai-nilai Bunda Maria yang meliputi kasih, kesederhanaan, ketaatan, pengorbanan, kerendahan hati serta kesadaran.
Sebelumnya melayani adalah tindakan tulus yang berorientasi pada pemberian bantuan, dukungan, atau kepuasan kepada orang lain atau suatu tujuan yang lebih besar. Esensinya terletak pada kemauan untuk memprioritaskan kebutuhan pihak yang dilayani, bukan kepentingan diri sendiri. Tindakan ini dapat terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan perhatian, tenaga, pikiran, hingga solusi. Pada intinya, melayani adalah wujud nyata dari empati dan tanggung jawab, yang bertujuan untuk meringankan beban, memudahkan urusan, atau meningkatkan kesejahteraan penerimanya, sehingga menciptakan nilai dan dampak positif dalam hubungan antar manusia maupun masyarakat.
Saat waktu pembagian kelompok ditanya siapa sajakah yang sudah melayani di Gereja terlebih dahulu, karena aku dan 2 temanku Velika dan Vincent memang sudah melayani di Gereja yang sama sebagai Misdinar di Paroki Santa Odilia, maka kami bertiga akan sekelompok untuk menjalani acara ini bersama-sama. Kami bertugas melayani selama 3 minggu berturut-turut
- Minggu, 14 September 2025
- Minggu, 21 September 2025
- Minggu, 28 September 2025
, Pada hari Minggu pagi yang cerah, aku pergi ke Gereja untuk melayani sepenuh hati. Aku, Velika, Vincent dan anggota kelompok yang bertugas pada hari itu berkumpul untuk mempersiapkan perayaan ekaristi. Kami masing-masing sibuk untuk berganti jubah, mengikat rambut, mencari pita dan mencari ukuran sepatu yang pas dan nyaman saat dipakai. Setelah mendapatkan semua itu kami para misdinar berkumpul terlebih dahulu untuk berdoa dan berbagi tugas. Setelah itu kami berkumpul bersama misdinar, lektor, pemazmur, asisten imam dan tentunya Pastor untuk melaksanakan waktu hening. Waktu hening sebelum perayaan ekaristi adalah masa persiapan pribadi yang dilakukan umat Katolik untuk menenangkan hati dan pikiran sebelum memulai ibadah. Ini termaksud berdoa secara pribadi, merenungkan bacaan firman, dan Perayaan Ekaristi atau misa adalah ibadah tertinggi umat Katolik yang mempersatukan umat beriman. Dalam perayaan ini Gereja meyakini bahwa korban Kristus di kayu salib dihadirkan kembali secara tidak berdarah diatas altar. Inti perayaannya terletak pada konsekrasi, dimana roti dan anggur diubah hakikatnya menjadi tubuh dan darah Kristus sendiri melalui kuasa Roh Kudus dan Imam sebagai pelayan, suatu keyakinan yang dikenal sebagai transubstantiasi. Umat kemudian menyambut Komuni Kudus sebagai santapan Rohani untuk menyatu dengan Tuhan dan memperoleh kekuatan dan dalam hidup. Dengan demikian, ekaristi bukan hanya peringatan, melainkan sumber dan puncak seluruh kehidupan iman Kristian, yang memperdalam persekutuan dengan Allah dan sesama.
Momen yang paling membekas bagi aku adalah pada saat bertugas bersama-sama sebagai misdinar dengan jumlah yang cukup banyak dan juga dapat bertugas dengan teman yang sudah kenal satu sama lain. Aku melihat banyak makhluk hidup seperti kucing serta anjing yang diterima dan disambut dihadapan altar Allah. Aku merasakan kedatangan Roh Kudus untuk mau membimbing aku pada saat bertugas.
JUDGE, nilai Bunda Maria yang aku temukan adalah ketaatan, kesadaran kerendahan hati, kasih, pelayanan, kepedulian, dan keterbukaan pada kehendak Allah. Menurut aku, Allah hadir dalam pengalaman ini melewati hal yang selalu kita sepelekan ternyata itulah Allah yang mau hadir di hidup kita. allah hadir melalui orang sekitar yang mau memudahkan saya jika ada kesulitan dan juga pada saat diberikan kesempatan untuk melayani.
ACT, Setelah menjalani kegiatan ini aku dapat mempelajarI tentang diriku. Aku mempelajari bahwa aku dapat lebih bersabar untuk menunggu sesuatu, kerendahan hati untuk mau peduli kepada sesama, tidak mudah untuk sombong untuk memamerkan bahwa saya mengikuti misdinar, tetapi aku harus menahan amarah untuk tidak terjadi keributan yang tidak diinginkan. Ada tindakan kecil yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu menyayangi orang tua melebihi kasih sayang mereka kepada aku, mau akur dengan kaka dan adik, tidak bersikap sombong, membantu orang tua, mau melayani lebih lagi.


Komentar
Posting Komentar